Hipersomnia: Sering Mengantuk Sepanjang Hari? Ini Alasannya!

By Nizar Aditya 5 Menit 296

Ringkasan

  • Hipersomnia adalah kondisi di mana kamu mengantuk berlebihan sepanjang hari, meskipun sudah tidur cukup di malam hari.
  • Kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan tidur, penyakit saraf, faktor genetik, kondisi mental, hingga efek obat tertentu.
  • Penanganan hipersomnia perlu disesuaikan dengan penyebabnya, mulai dari perbaikan pola tidur, terapi perilaku (CBT), hingga pengobatan medis.

Hipersomnia - Pernah ngga kamu merasa udah tidur malam selama 8-9 jam tapi waktu bangun masih merasa ngantuk banget?

Bahkan, rasa kantuk ini bisa bertahan seharian sampai bisa membuatmu ketiduran di tengah aktivitas harianmu.

Kondisi ini disebut hipersomnia. Apa itu hipersomnia? Hipersomnia adalah rasa kantuk berlebihan yang berlangsung sepanjang hari meskipun waktu tidur malammu tercukupi.

Artikel ini akan membahas tentang penyebab, gejala dan cara mengatasi hipersomnia dengan jelas dan mudah dipahami.

Yuk, langsung kita bahas!

Apa Gejala Hipersomnia?

Ada 5 tanda / gejala hipersomnia yang khas dan bisa kita lihat, antara lain:

  • Kantuk berat di siang hari, bahkan di tengah makan atau ngobrol  
     
  • Tidur panjang malam hari tetapi tidak merasa segar ketika bangun  
     
  • Sulit dibangunkan dan atau saat dibangunkan tubuhnya merasa bingung  
     
  • Sering tidur siang tanpa merasa lebih segar  
     
  • Konsentrasi menurun, mudah merasa gelisah, emosional hingga pelupa  
     

Jenis-Jenis Hipersomnia

Tidak semua hipersomnia itu sama. Secara umum, hipersomnia dibagi menjadi dua jenis:

Hipersomnia Primer

Hipersomnia yang muncul tanpa penyakit lain sebagai pemicu utama. Contohnya:

  • Idiopathic hypersomnia, yaitu hipersomnia dengan penyebab yang belum diketahui pasti (Vain, 2025)
  • Kleine-Levin Syndrome, kondisi langka yang membuat seseorang bisa tidur sangat lama hingga berhari-hari (Wikipedia, 2025) 
     

Hipersomnia Sekunder

Hipersomnia yang muncul akibat kondisi lain, seperti:

  • gangguan pernapasan saat tidur,
  • gangguan mental,
  • penyakit saraf,
  • atau efek obat tertentu. 
     

Memahami jenis hipersomnia penting supaya penanganannya tidak salah arah.

Apa Penyebab Hipersomnia?

Terdapat 5 penyebab umum hipersomnia yang akan dijelaskan di artikel ini, antara lain:

Faktor Genetik

Penyebab hipersomnia yang pertama adalah faktor genetik.

Beberapa orang memiliki faktor genetik yang dapat memengaruhi sistem pengaturan tidur mereka.

Jadi, risiko hipersomnia akan lebih tinggi jika keluarga kita memiliki riwayat gangguan tidur seperti insomnia atau susah tidur.

Gangguan Saraf

Penyebab selanjutnya adalah penyakit yang menyerang otak dan saraf.

Karena ketika otak dan saraf kita terganggu, pengatur waktu tidur dan bangun kita juga ikut terganggu.

Akibatnya, tubuh kita jadi gampang ngantuk meskipun waktu tidur malam kita sudah tercukupi.

Contohnya seperti narkolepsi (sering tiba-tiba ketiduran), Kleine-Levin Syndrome (tertidur sangat lama sampai berhari-hari), dan Parkinson.

Baca Juga:  7 Cara Mudah Buat Tidurmu Lebih Nyenyak

Obat & Zat Tertentu

Penyebab yang ketiga adalah konsumsi obat & zat tertentu dapat menyebabkan hipersomnia.

Beberapa obat penenang, obat alergi, atau minuman beralkohol bisa membuat otak kita bekerja lebih lambat dari biasanya.

Akibatnya, kamu jadi gampang ngantuk terus. Bahkan setelah bangun tidur, efek obatnya bisa masih terasa dan bikin kamu tetap mengantuk di siang hari.

Baca Juga:  5 Alasan Kenapa Kamu Tidak Boleh Tidur Sore Hari

Gangguan Pernapasan Saat Tidur

Penyebab hipersomnia yang selanjutnya adalah sleep apnea.

Sleep apnea atau gangguan napas saat tidur bikin tidur jadi ngga nyenyak karena sering terbangun tanpa sadar.

Akibatnya, meskipun tidur lama, tubuh tetap merasa lemas dan mengantuk sepanjang hari.

Gangguan Mental dan Emosional

Orang yang sedang depresi atau punya gangguan emosi seperti bipolar sering mengalami perubahan pola tidur. Mereka bisa tidur lebih lama dari biasanya.

Hipersomnia atau rasa ngantuk berlebihan ini menjadi salah satu cara tubuh merespons stres atau perasaan yang nggak stabil.

Cara Mengatasi Hipersomnia

Cara mengatasi hipersomnia tergantung dari penyebabnya. Kalau kamu atau temanmu sering merasa ngantuk sepanjang hari, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Perbaiki Gaya Hidup & Kebiasaan Tidur

Hal pertama yang harus dibenahi adalah pola tidurmu. Tidur cukup memang penting, tapi tidur yang berkualitas akan lebih bermanfaat.

Ada 2 cara mudah buat kamu dapetin tidur yang berkualitas, antara lain:

Kebiasaan Tidur yang Teratur

Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari akan membiasakan tubuhmu mengenali jadwal tidur yang ideal.

Sehingga, akan mempersempit kemungkinan kamu mengalami hipersmonia.

Ciptakan suasana kamar tidur yang nyaman

Supaya tidurmu berkualitas dan terhindar dari penyebab hipersomnia, kamu perlu membuat kamar tidurmu jadi lebih nyaman.

Pencahayaan yang redup, sunyi dan udara yang sejuk bisa membuat tidurmu lebih nyenyak.

Tambahan: Gunakan ukuran bantal yang sesuai dengan proporsi tubuh dan pilih jenis bantal yang sesuai dengan kebiasaan tidurmu.

Baca Juga:  5 Cara Mudah Memilih Bantal Tidur yang Bagus

2. Terapi Perilaku (CBT)

CBT atau Cognitive Behavioral Therapy adalah terapi psikologis yang bisa ngebantu kamu mengubah pola pikir dan kebiasaan seputar tidur.

Terapi ini cocok buat kamu yang:

  • Sering begadang tanpa alasan jelas  
     
  • Punya pikiran negatif soal tidur (contoh: "Aku emang nggak bisa tidur cepat")  
     
  • Sulit punya rutinitas tidur yang konsisten  
     

Lewat CBT, kamu dibantu membangun pola tidur sehat dan lebih paham bagaimana mengatur waktu istirahat.

Baca Juga:  Bangun Tidur Badan Lemas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

3. Atasi Penyakit yang Menyebabkan Hipersomnia

Kalau hipersomnia disebabkan oleh penyakit lain, penanganan utamanya adalah mengobati penyakit tersebut.

Contohnya:

  • Sleep Apnea, perlu pakai alat bantu tidur seperti CPAP agar napas lancar sepanjang malam  
     
  • Parkinson atau gangguan saraf lainnya, dokter akan kasih pengobatan sesuai kondisi tersebut  
     
  • Kalau kantuk muncul karena efek samping obat tertentu, dokter bisa ganti atau atur ulang dosis obatnya  
     

Kesimpulan

Hipersomnia bukan sekedar rasa kantuk biasa.  Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin hipersomnia dapat mengganggu pekerjaan atau aktivitas kita sehari-hari.

Tapi dengan mengenali penyebabnya, kita bisa mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi dan mencegah kita mengalami hipersomnia.

Dan itu dia Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi Hipersomnia. Share artikel ini sekarang juga ke teman kalian yang terlihat mengalami hipersomnia!

Baca juga artikel menarik lainnya seperti Tidur Setelah Olahraga: Apakah Baik atau Berbahaya? di halaman artikel Yuureco Indonesia!

Referensi Ilmiah

1. Alodokter. (2025, December 8). Hipersomnia. https://www.alodokter.com/hipersomnia

2. Halodoc. (2022, December 16). 7 ciri-ciri seseorang mengalami hipersomnia. https://www.halodoc.com/artikel/7-ciri-ciri-seseorang-mengalami-hipersomnia

3. Preda, A. (2024, March 1). Primary hypersomnia clinical presentation. Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/291699-clinical

4. Vain, C. (2025). All about hypersomnia. CPD Online. https://cpdonline.co.uk/knowledge-base/mental-health/hypersomnia/

5. Wikipedia contributors. (2025, December 17). Kleine–Levin syndrome. Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Kleine%E2%80%93Levin_syndrome

Tag:Tidur
Membagikan:
Dapatkan notifikasi promo dan update terbaru dari kami.Dapatkan notifikasi promo dan update terbaru dari kami.Dapatkan notifikasi promo dan update terbaru dari kami.Dapatkan notifikasi promo dan update terbaru dari kami.
Dapatkan notifikasi promo dan update terbaru dari kami.
Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan notifikasi promo dan update terbaru dari kami.