7 Alasan Mengapa Wanita Butuh Tidur Lebih Lama dari Pria
Ringkasan
- Tubuh dan hormon wanita mengalami fluktuasi sepanjang hidup (menstruasi, kehamilan, menopause) yang membuat kualitas tidur lebih mudah terganggu dibanding pria.
- Beban mental, emosional, dan peran ganda membuat otak dan tubuh wanita lebih cepat lelah, sehingga membutuhkan waktu tidur lebih lama untuk pemulihan.
- Wanita lebih rentan mengalami insomnia dan tidur yang lebih ringan, sehingga meski durasi tidur sama, efek istirahatnya sering tidak maksimal dan perlu waktu tidur lebih panjang.
Wanita Butuh Tidur Lebih Lama - Apakah wanita membutuhkan waktu tidur lebih lama dari Pria?
Jawabannya adalah, Iya! Wanita memang membutuhkan waktu tidur lebih lama dari pria.
Walaupun secara umum rekomendasi durasi tidur pria dan wanita sama, tapi beberapa penelitian menunjukkan alasan kuat mengapa wanita perlu tidur lebih lama dibandingkan pria.
Salah satu faktor utama yang menjadikan wanita membutuhkan waktu tidur lebih lama dari pria adalah fluktuasi hormon.
Di artikel ini, kita akan sama-sama mengetahui lebih lanjut faktor lain yang membuat wanita butuh tidur lebih sampai rekomendasi durasi tidur yang ideal untuk wanita.
Langsung aja kita bahas!
Table of contents [Show]
- 1 1. Fluktuasi Hormon Wanita Sangat Memengaruhi Tidur
- 2 2. Otak Wanita Bekerja Lebih Kompleks
- 3 3. Peran Ganda Wanita Membuat Tubuh Lebih Mudah Lelah
- 4 4. Beban Emosional Wanita Lebih Tinggi, Jadi Butuh Waktu Recovery Lebih Panjang
- 5 5. Wanita Lebih Rentan Mengalami Insomnia
- 6 6. Risiko Gangguan Tidur Lain Juga Lebih Tinggi
- 7 7. Kualitas Tidur Wanita Lebih Ringan dan Mudah Terganggu
- 8 Jadi, Berapa Jam Tidur yang Dibutuhkan Seorang Wanita?
- 9 Tidur Cukup Bukan Kemewahan, Tapi Kebutuhan Wanita
1. Fluktuasi Hormon Wanita Sangat Memengaruhi Tidur
Fluktuasi hormon menjadi faktor utama yang sangat memengaruhi kualitas tidur wanita, terutama estrogen dan progesteron.
Perubahan hormon ini terjadi sepanjang hidup wanita, yang tidak terjadi pada pria, dan berdampak langsung pada kualitas tidur mereka.
Beberapa fase yang paling berpengaruh:
- Menjelang menstruasi, sering memicu insomnia dan gelisah saat tidur
- Kehamilan, menyebabkan sering terbangun atau tidur terjeda
- Menyusui, sering membuat jam tidur berubah menyesuaikan bangun dan tidur anak
- Perimenopause dan menopause, yang sering disertai hot flashes (rasa hangat atau panas tiba-tiba di wajah atau leher) dan gangguan tidur
Menurut Journal of Women’s Health, wanita memiliki risiko insomnia sekitar 40% lebih tinggi dibanding pria, sebagian besar dipicu oleh perubahan hormonal.
Baca Juga: Manfaat Tidur Tanpa Celana Dalam untuk Wanita
2. Otak Wanita Bekerja Lebih Kompleks
Sejak bangun pagi, otak wanita biasanya bekerja tanpa henti.
Sambil bekerja, wanita bisa memikirkan hal lain seperti:
- urusan rumah / tempat tinggal
- suami / pasangan sudah makan atau belum
- mengingat banyak detail kecil terkait pekerjaan
- bahkan memikirkan perasaan orang lain
Sebuah analisis ilmiah dari Loughborough University (Inggris) juga menemukan bahwa otak wanita cenderung bekerja lebih kompleks dan multitasking daripada pria.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tidur memiliki peran yang sangat penting untuk pemulihan mental wanita.
3. Peran Ganda Wanita Membuat Tubuh Lebih Mudah Lelah
Baik bekerja di luar maupun di dalam rumah, banyak wanita menjalani peran ganda menjadi:
- pekerja
- istri
- ibu
- anggota organisasi / komunitas
- sekaligus pendukung emosional keluarga
Beban ini sering tidak terlihat, tapi sangat menguras energi fisik dan mental. Tidur menjadi satu-satunya waktu tubuh benar-benar berhenti bekerja.
Karena itu, wanita membutuhkan tidur lebih lama untuk mengisi ulang energi. Bukan hanya agar kuat menjalani hari esok, tapi juga untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Baca Juga: 5 Manfaat Tidur Siang - Berapa lama dan Jam Berapa
4. Beban Emosional Wanita Lebih Tinggi, Jadi Butuh Waktu Recovery Lebih Panjang
Selain capek secara fisik, wanita juga sering capek secara emosional. Mulai dari overthinking, rasa cemas, empati berlebih, sampai memendam perasaan.
Hal ini terjadi karena otak wanita lebih aktif dalam memproses emosi daripada pria.
Saat tidur, otak akan “membersihkan” beban emosi tersebut. Kalau kurang tidur, efeknya bisa langsung terasa:
- mudah sensitif
- cepat lelah
- susah fokus
- mood gampang turun
Makanya, tidur bagi wanita bukan cuma istirahat badan, tapi juga istirahat perasaan.
Baca Juga: Pillow Talk, Solusi Komunikasi Pasangan Suami Istri
5. Wanita Lebih Rentan Mengalami Insomnia
Seperti yang dijelaskan dalam Journal of Women’s Health, wanita memiliki risiko insomnia sekitar 40% lebih tinggi dibanding pria akibat fluktuasi hormon.
Insomnia pada wanita bisa muncul dalam bentuk:
- susah tidur meski badan capek
- sering terbangun di malam hari
- bangun terlalu pagi dan sulit tidur lagi
Akibatnya, walaupun para wanita merasa tidurnya cukup, kemungkinan besar tidurnya tidak benar-benar berkualitas akibat insomnia yang dialami.
Inilah alasan kenapa wanita sering merasa butuh tidur lebih lama untuk mengganti tidur yang terpotong-potong.
6. Risiko Gangguan Tidur Lain Juga Lebih Tinggi
Selain insomnia, wanita juga lebih berisiko mengalami gangguan tidur lain, seperti:
- sindrom kaki gelisah (Restless Leg Syndrome) yang bikin kaki sulit diam saat mau tidur
- sleep apnea, merasa lelah dan mengantuk seharian
Sindrom kaki gelisah akan lebih sering dialami wanita dan bisa memburuk saat hamil atau saat kadar zat besi mereka rendah.
Gangguan-gangguan ini membuat wanita lebih susah tidur dan tidurnya sering terputus. Sehingga tubuh wanita membutuhkan durasi tidur yang lebih panjang dari pria agar bisa pulih.
7. Kualitas Tidur Wanita Lebih Ringan dan Mudah Terganggu
Tidur yang lebih ringan artinya kondisi tidur yang tidak terlalu nyenyak. Badan memang dalam kondisi beristirahat, tapi otak masih mudah “terbangun”.
Itulah sebabnya banyak wanita merasa:
- sedikit suara saja bisa langsung bikin kebangun
- cahaya kecil terasa mengganggu
- tidur terasa lama, tapi bangun tetap capek
- rasanya seperti tidur “setengah sadar”
Hal ini terjadi karena tubuh dan otak wanita cenderung lebih peka daripada pria. Akibatnya, waktu tidur yang benar-benar membuat tubuh pulih jadi lebih sedikit.
Karena tidurnya tidak nyenyak, wanita sering butuh waktu tidur yang lebih lama supaya efek istirahatnya benar-benar terasa.
Jadi kalau kamu, para wanita, udah tidur 7 jam tapi masih merasa lelah, itu bukan karena kamu kurang tidur - Karena memang tubuhmu membutuhkan tidur yang lebih berkualitas atau lebih lama.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Merek Bantal Guling Terbaik Tahun Ini!
Jadi, Berapa Jam Tidur yang Dibutuhkan Seorang Wanita?
Berdasarkan rekomendasi National Sleep Foundation dan berbagai penelitian internasional:
- Wanita usia 18–64 tahun membutuhkan 7–9 jam tidur per malam
- Dalam kondisi stres tinggi, kelelahan mental, atau fase hormonal tertentu, wanita bisa membutuhkan 8–9 jam tidur berkualitas
Yang paling penting bukan hanya jumlah jamnya, tetapi kualitas tidur yang baik dan tidak sering terbangun.
Tidur Cukup Bukan Kemewahan, Tapi Kebutuhan Wanita
Banyak wanita terbiasa mengabaikan tidur demi menyelesaikan tanggung jawab harian. Padahal, tubuh wanita justru lebih sensitif terhadap kurang tidur dibanding pria.
Tidur cukup membantu:
- Menjaga keseimbangan hormon
- Menstabilkan emosi
- Meningkatkan fokus dan produktivitas
- Menjaga kesehatan jangka panjang
Tidur bukan tanda malas, melainkan bagian penting dari perawatan diri dan kesehatan wanita.
Itu dia 7 Alasan Mengapa Wanita Butuh Tidur Lebih Lama dari Pria. Share artikel ini ke teman / pasangan kalian supaya mereka tau kalau wanita memang butuh tidur lebih lama dari pria.
Baca juga artikel menarik lainnya seperti Manfaat Minum Air Putih Sebelum Tidur dan Lebih Baik Tidur Dengan Bantal atau Tanpa Bantal? di halaman artikel Yuureco Indonesia!








