9 Efek Negatif Akibat Kurang Tidur dan Cara Mengatasinya

By Nizar Aditya 8 Menit 646

Ringkasan

  • Akibat kurang tidur bisa berupa tubuh lelah, sulit fokus, mudah sakit, naik berat badan hingga gangguan suasana hati dan kesehatan mental.
  • Penyebab kurang tidur sering kali karena aktivitas seperti kerja yang padat, stres, bermain sosmed berlebihan, atau kondisi emosional seperti patah hati.
  • Solusinya, atur pola tidur yang teratur, cukupi nutrisi dan air putih, sempatkan tidur siang dan hindari konsumsi kafein menjelang malam.  

Kurang tidur - Apa sih yang sering bikin kamu kurang tidur? Ngejar deadline kerjaan, nonton bola, atau lagi overthinking?

Apapun alasannya, jangan terlalu sering kurang tidur yah. Karena, akibat kurang tidur terlalu sering bisa menurunkan kesehatan fisik dan mental kamu.

Kita semua pasti sepakat kalau kurang tidur membawa dampak negatif untuk diri kita. Tapi apakah kamu benar-benar tau apa saja dampak negatif dari kurang tidur malam ini?

Dalam artikel ini, kamu akan mengetahui 9 dampak negatif kurang tidur dan cara mengatasi mengatasinya tanpa mengganggu aktivitas harian kamu. Langsung aja kita bahas!

Apa Dampak Kurang Tidur bagi Tubuh?

Waktu tidur yang terlalu sedikit dapat memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh, mulai dari otak, hormon, metabolisme, hingga kesehatan kulit.

Tubuh membutuhkan tidur untuk menjalankan proses pemulihan alami. Ketika proses ini terganggu, kemampuan tubuh menjaga fokus, mengatur emosi, mempertahankan daya tahan, hingga mengontrol gula darah ikut terpengaruh.

Ciri fisik yang dapat terlihat adalah mata bengkak akibat kurang tidur. Mata bengkak setelah kurang tidur terjadi akibat penumpukan cairan di bawah mata karena terganggunya sirkulasi darah.

Efek kurang tidur malam juga dapat berupa rasa lelah, kurang konsentrasi, dan moodswing. Kita bahas dampak kurang tidur lainnya di bawah ini.

1. Tubuh Mudah Lelah dan Energi Cepat Habis

Salah satu dampak paling umum saat tubuh kurang tidur adalah rasa lemas sepanjang hari. Bahkan badan bisa terasa capek saat bangun tidur, seperti belum benar-benar pulih.

Kondisi ini berkaitan dengan terganggunya fase tidur dalam (deep sleep), yaitu fase ketika tubuh memulihkan energi dan memperbaiki jaringan yang rusak.  

Akibatnya, aktivitas ringan pun terasa lebih melelahkan. Banyak orang juga jadi lebih sering menguap, sulit mempertahankan stamina, dan mudah mengantuk di siang hari.

Jika terus dibiarkan, produktivitas harian biasanya ikut menurun.

2. Konsentrasi Menurun dan Sulit Fokus

Pernah merasa otak terasa “lemot” setelah tidur terlalu malam?

Otak membutuhkan tidur untuk membantu proses penyimpanan memori dan menjaga kemampuan berpikir tetap optimal. Saat waktu istirahat berkurang, bagian otak yang mengatur fokus dan pengambilan keputusan ikut bekerja lebih lambat.

Akibatnya:

  • lebih mudah lupa
  • sulit berkonsentrasi
  • respons menjadi lebih lambat
  • lebih sering melakukan kesalahan kecil
     

Penelitian dari Harvard Medical School juga menjelaskan bahwa performa mental seseorang dapat menurun signifikan ketika tubuh mengalami sleep deprivation atau kekurangan tidur.

3. Mood Lebih Sensitif dan Gampang Emosi

Kalau Kamu merasa lebih mudah marah atau cemas setelah tidur larut malam, kondisi ini memang cukup umum terjadi.

Saat tubuh kelelahan, aktivitas amigdala — bagian otak yang mengatur emosi — menjadi lebih sensitif. Di sisi lain, kemampuan otak untuk mengontrol respons emosional justru menurun.

Akibatnya, seseorang bisa menjadi:

  • lebih sensitif
  • gampang tersinggung
  • sulit rileks
  • lebih mudah stres
     

Pola tidur yang buruk dalam jangka panjang juga sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kecemasan dan depresi.

Karena itu, kualitas tidur punya pengaruh besar terhadap kestabilan suasana hati sehari-hari.

4. Hormon dan Nafsu Makan Jadi Berantakan

Banyak orang tidak sadar bahwa jam tidur yang pendek dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh.

Saat waktu istirahat terganggu, hormon kortisol atau hormon stres cenderung meningkat. Kondisi ini membuat tubuh lebih sulit rileks dan kualitas tidur berikutnya ikut memburuk.

Di saat yang sama, hormon leptin yang memberi rasa kenyang bisa menurun, sementara hormon ghrelin yang memicu rasa lapar justru meningkat.

Akibatnya:

  • lebih sering lapar
  • ingin ngemil terus
  • craving makanan manis
  • makan lebih banyak dari biasanya
     

Tubuh sebenarnya sedang mencoba mencari sumber energi tambahan untuk melawan rasa lelah.

Karena pola hormon berubah, orang yang sering begadang juga lebih berisiko mengalami kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Susah Tidur Malam atau Insomnia

5. Kulit Kusam dan Jerawat Lebih Mudah Muncul

Apakah kurang tidur bisa memicu jerawat? Jawabannya, bisa iya.

Ketika tubuh mengalami stres akibat kurang istirahat, produksi hormon kortisol meningkat. Hormon ini dapat memicu produksi minyak berlebih pada kulit sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.

Selain itu, proses regenerasi kulit banyak berlangsung saat malam hari. Jika kualitas tidur terus terganggu, kemampuan kulit memperbaiki dirinya ikut menurun.

Akibatnya, wajah bisa terlihat:

  • lebih kusam
  • mata sembap
  • muncul lingkar hitam
  • jerawat lebih mudah meradang
     

Beberapa penelitian dermatologi juga menemukan hubungan antara kualitas tidur yang buruk dengan melemahnya skin barrier dan proses penyembuhan kulit yang lebih lambat.

Karena itu, skincare saja kadang tidak cukup jika pola tidur masih berantakan.

6. Daya Tahan Tubuh Menurun

Kalau akhir-akhir ini tubuh terasa gampang drop atau lebih sering sakit, pola tidur bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Saat tidur, tubuh memproduksi berbagai protein imun yang membantu melawan infeksi dan peradangan. Ketika waktu tidur terus berkurang, sistem imun tidak punya cukup waktu untuk melakukan proses pemulihan secara optimal.

Penelitian dalam jurnal Sleep menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam memiliki risiko lebih tinggi terkena flu dibandingkan mereka yang tidur cukup.

Akibatnya, tubuh menjadi:

  • lebih mudah sakit
  • pemulihan lebih lambat
  • stamina cepat turun
     

7. Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes Bisa Meningkat

Efek kurang tidur tidak hanya berkaitan dengan rasa lelah. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.

Pola tidur yang buruk diketahui berkaitan dengan:

  • tekanan darah yang meningkat
  • gangguan kontrol gula darah
  • resistensi insulin
  • inflamasi kronis
     

Jika berlangsung terus-menerus, risiko hipertensi, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung dapat ikut meningkat.

Menurut American Heart Association, kualitas tidur merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.

8. Microsleep dan Risiko Kecelakaan Meningkat

Kurang tidur juga dapat memperlambat reaksimu dan membuat kamu jadi kurang waspada.

Bahkan, ada saat-saat di mana kamu mungkin tertidur beberapa detik tanpa menyadarinya (microsleep). Ini sangat berbahaya, terutama ketika kamu sedang mengemudi.

Jadi kalau udah tau malamnya habis begadang, jangan dipaksain buat nyetir terlalu jauh yah. Kalau emang udah ngantuk banget, lebih baik berhenti untuk istirahat.

9. Pengaruh Terhadap Aktivitas Fisik dan Olahraga

Buat kamu yang rajin olahraga, terutama yang suka lari atau angkat beban, pasti paham  kan pentingnya tidur yang cukup buat tubuhmu?

Tidur yang cukup sangat kamu butuhkan untuk proses pemulihan ototmu. Karena kalau kamu kurang tidur, kamu akan lebih cepat lelah saat kembali berolahraga atau melakukan aktivitas lainnya.

Jika waktu tidurmu cukup, tubuhmu akan pulih dengan optimal. Hal ini lah yang membuat performa olahragamu akan jauh lebih baik.

Baca Lebih Lanjut:  Pentingnya Tidur Cukup untuk Pemulihan Otot

Solusi Mengatasi Kurang Tidur Tapi Tetap Harus Berkegiatan

Kita sudah mengetahui efek samping atau dampak buruk akibat kurang tidur. Lalu, adakah cara mengatasi dampak buruk kurang tidur tersebut?

Jawabannya ada. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi  kurang tidur malam tanpa harus mengganggu aktivitas harian kamu:

1. Mulai Hari dengan Sarapan Bergizi

Untuk mengatasi rasa lapar yang lebih mudah muncul akibat kurang tidur, kamu bisa memulai hari dengan sarapan makanan yang mengandung banyak protein seperti telur atau ayam.

Karena dengan memenuhi asupan protein dalam jumlah yang cukup dapat memberikanmu rasa kenyang lebih lama.

Selain itu, jangan lupa juga untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Karena nutrisi dari makanan tersebut dapat mengatasi rasa lelah yang diakibatkan oleh kurangnya tidurmu.

2. Sempatkan Tidur Siang

Jika rasa ngantukmu sudah tidak tertahankan lagi, kamu bisa sempatkan untuk tidur siang sebentar.

Jangan terlalu lama, baca cara tidur siang yang benar di sini.

3. Paparan Sinar Matahari

Paparan sinar matahari di pagi hari bisa membantu mengatur ritme sirkadian tubuhmu. Ritme sirkadian adalah jam biologis yang mengatur kapan kamu merasa mengantuk atau terjaga.

Luangkan waktu di bawah sinar matahari setidaknya selama 15-30 menit agar tubuhmu tetap bertenaga meskipun kamu kurang tidur.

4. Hidrasi yang Cukup

Pastikan kamu minum cukup air sepanjang hari. Karena dehidrasi bisa membuat kamu merasa lebih lelah dan sulit berkonsentrasi, terutama jika kamu kurang tidur.

Mengonsumsi air putih secara teratur akan membantu tubuhmu tetap segar dan dapat menjalani hari dengan baik.

Baca Lebih Lanjut:  5 Manfaat Minum Air Putih Sebelum Tidur Malam

5. Konsumsi Kafein

Kafein juga bisa menjadi salah satu solusi saat kamu merasa ngantuk dan lelah. Minuman seperti kopi atau teh dapat memberikan asupan kafein yang cukup untuk tubuhmu.

Tapi pastikan untuk tidak mengonsumsinya terlalu dekat dengan waktu tidur agar tidak semakin mengganggu pola tidurmu.

Kesimpulan

Kurang tidur memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan fisik, mental dan kegiatan harian kamu.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kualitas tidur yang baik agar kamu tetap bisa menjalani hari-hari dengan lebih produktif dan sehat.

Kalau kamu sering merasa kurang tidur, pastikan untuk mencoba beberapa solusi di atas.

Untuk membuat tidurmu jadi lebih nyaman, coba deh mulai pake bantal dan guling berkualitas dari Yuureco.

Karena Yuureco punya banyak pilihan bantal guling yang bisa memenuhi kebutuhan tidurmu.  

Itu dia 9 Efek Negatif Akibat Kurang Tidur dan Cara Mengatasinya.

Dapatkan pembahasan seputar permasalahan tidur dan solusinya hanya di Yuureco.co.id

Tag:Tidur
Membagikan:
Dapatkan notifikasi promo dan update terbaru dari kami.Dapatkan notifikasi promo dan update terbaru dari kami.Dapatkan notifikasi promo dan update terbaru dari kami.Dapatkan notifikasi promo dan update terbaru dari kami.
Dapatkan notifikasi promo dan update terbaru dari kami.
Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan notifikasi promo dan update terbaru dari kami.

iframe.style.setProperty('bottom', '70px', 'important'); // ubah angka ini iframe.style.setProperty('right', '20px', 'important'); // ubah angka ini